Rumah Baru

Selayaknya habis menempati rumah baru, rasanya kurang lengkap kalau tidak menyapa para tetangga dulu. Eh, pembaca, deng. Hai! Semoga semua dalam keadaan baik, ya.

Mungkin bagi yang sudah pernah mengikuti tulisan-tulisan si penulis di Rumah sebelumnya akan sedikit bertanya-tanya "jadi yang dulu kemana?" "ini lagi re-branding, nih, ceritanya?" "yah, eman-eman dong, tulisan-tulisan yang banyak itu harus diarsipkan?" dan mungkin beberapa pertanyaan lainnya. Well, nggak usah khawatir, Rumah yang lama masih ada kok. Bahkan semua perabot di dalamnya masih lengkap tercantum.

Tapiii,

karena konsep di rumah sebelumnya agak sedikit nggak jelas (jujur aja, hehe) maka akhirnya diputuskanlah untuk membuat dan menempati Rumah Baru ini. Iya, bisa dibilang untuk re-branding juga, sih ya. Ha! Ya sudah, karena ternyata bisa menempati dua Rumah sekaligus jadi kenapa tidak. Justru rasanya seperti punya dua tempat persinggahan di mana semua isi pikiran bisa dituangkan. Tergantung si penulis mau di rumah mana untuk mem-publish

Kalau Rumah sebelumnya masih campur aduk nggak karuan antara sambatan, tulisan opini, cerpen, prosa, review film dan buku, ya mari biarkanlah demikian. Sengaja tidak ingin dihapus karena bagaimanapun ia adalah tempat pertama semua isi pikiran dan hati ini bisa tertuang. Bebas. Tanpa penghalang. Jadi untuk menghargai dan mengapresiasinya, dia tidak akan pernah dihapuskan. Selamanya.


So without further ado, welcome to...

Rumah Baru.

Sebenarnya, kalau tadi sempat menjelaskan sedikit tentang rumah yang lama, si penulis tidak bisa menjanjikan bahwa di rumah yang baru ini konsepnya bisa lebih baik dari sebelumnya. Ha! Tapi setidaknya, biarkan dia mencoba. Harapannya, sih, dengan penampilan Rumah Baru yang lebih terkonsep ini, isinya nggak jadi serampangan. Or at least, nggak jadi gado-gado atau rujakan yang saat proses pembuatannya sedikit berantakan. Hehe.

Intinya, selayaknya habis menempati Rumah Baru, ada baiknya diucapkan sedikit doa dan pengharapan. Harapan bahwa, seperti sebaris deskripsi yang tertera di atas judul blog ini, kata demi kata yang tertuang di dalamnya tidak hanya berlalu untuk sekadar dibaca. Tetapi juga seakan mengajak siapapun yang meluangkan waktunya untuk membaca, bisa berbicara. Iya, bicara tentang apapun yang muncul di pikirannya, bicara tentang apapun yang mendarat di hatinya setelah selesai membaca. Nantinya, terserah ke mana pun para pembaca akan menuangkan ulang isi pikiran dan hatinya, entah di Twitter, Instagram, TikTok, You Tube, you name it, bahkan di pembicaraan-pembicaraan ringan bersama teman, keluarga, bahkan pasangan. Yang terpenting, dari sini ia sudah diajak berbicara, melalui kata demi kata yang akan ditulis apa adanya. Tentang apa saja.



Salam,

si pemilik rumah yang sedang bingung setelah ini harus mem-posting yang mana.

Comments

Popular posts from this blog

What Ifs

Menuju Seperempat