Menuju Seperempat
Belum genap, maka nya ditulis menuju. Hampir. H ari demi hari yang dijalani rasanya hanya untuk mampir, datang kemudian berlalu. Bergerak cepat, tidak menetap. Huh, menuju Seperempat... Agak berat kalau dipikir sambil sambat. Apalagi kalau melihat ke belakang satu tahun ini. Saat awalnya sudah punya beberapa rencana untuk satu per satu diwujudkan, jadi agak sedikit berantakan. Sialan. Ya sudahlah, toh juga sudah kejadian, pun nggak ada yang bisa disalahkan. Oke, menuju Seperempat... Kata orang kekinian, itu gerbang utama krisis kehidupan. Padahal yang kuduga, dia justru gerbang pertama, bukan yang utama. Ha! Nggak terlalu paham kenapa dia diidentikkan dengan krisis tetapi sepanjang perjalanan menuju kesana memang semakin banyak tantangan, persimpangan, dituntut mengambil beberapa keputusan yang harus siap dipertanggung jawabkan sendirian. Iya, karena siapa yang mau dijadikan sandaran? Semua yang sebaya juga sedang menghadapi Seperempat-nya masing-masing. Beban? Lama-lama ter...